Miss Indonesia 2013 Vania Larissa (kiri) bersama Miss World 2012 Wenxia Yu ( kanan) saat berfoto bersama pada malam puncak penobatan Miss Indonesia 2013 yang di gelar di Jakarta Pusat
Miss Indonesia 2013 Vania Larissa (kiri) bersama Miss World 2012 Wenxia Yu ( kanan) saat berfoto bersama pada malam puncak penobatan Miss Indonesia 2013 yang di gelar di Jakarta Pusat (sumber: Antara)
Mataram - Sekelompok perempuan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi penolakan pelaksanaan kontes kecantikan Miss World, yang akan digelar di Jakarta dan Bali, Indonesia, 28 September 2013. Aksi massa itu digelar di simpang empat Jalan Langko-Airlangga-Udayana-Pejanggik, dan di depan Kantor Gubernur NTB di Mataram, Jumat (6/9).
Kaum perempuan yang menggunakan pakaian muslimah itu membawa spanduk bertuliskan "Tolak Miss World 2013". Mereka juga membawa beragam poster yang isinya menekankan penolakan terhadap pelaksanaan Miss World di Indonesia.
Massa aksi juga membawa replika keranda jenazah, sebagai simbol matinya hati nurani pemimpin bangsa sehingga merestui penyelenggaraan kontes kecantikan Miss World di Indonesia.
Mereka sempat menempatkan replika keranda jenazah itu di atas pintu gerbang Kantor Gubernur NTB, kemudian membuangnya ke dalam kompleks Kantor Gubernur NTB.
Massa aksi juga menggantung spanduk bertuliskan "Tolak miss world 2013" di gapura pintu masuk Kantor Gubernur NTB. Namun, spanduk itu diturunkan Satuan Polisi Pamong Praja (PP) setelah aksi massa bubar.
Selain perempuan, sejumlah laki-laki juga ikut dalam kelompok aksi massa. Kaum lelaku, tampak aktif mengkoordinir aksi massa tersebut.
Kaum laki-laki tersebut juga gencar berorasi menolak pelaksanaan Miss World di Tanah Air. Mereka berdalih bahwa kontes kecantikan itu merupakan penentangan terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.
Irma yang tampil mewakili kaum perempuan NTB dalam aksi penolakan Miss World itu menekankan matinya moral bangsa, sehingga merestui pelaksanaan kontes kecantikan dunia itu di Tanah Air.
"Karena itu kami menolak dengan tegas penyelenggaraan kontes Miss World di Tanah Air, dan menuntut pemerintah membatalkan penyelenggaraannya, demi terjaganya budaya bangsa dan pemeliharaan nilai-nilai moral dan ideologi bangsa," ujar Irma dalam orasinya.
Aksi massa yang berlangsung lebih dari satu jam itu berjalan aman dan lancar, meskipun relatif menghambat kelancaran lalu lintas, karena menggunakan badan jalan sebagai lokasi unjuk rasa.
Aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga, dan mengatur kelancaran lalu lintas di jalan utama Kota Mataram itu.
Miss World 2013 akan menjadi edisi ke-63 dari kontes kecantikan Miss World, yang diselenggarakan pada tanggal 28 September 2013 di Jakarta dan Bali, Indonesia sebagai tuan rumah bersama.
Karantina peserta akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali sementara malam penobatan akan dilaksanakan di Sentul International Convention Center, Bogor, Indonesia.
Miss World 2012, Yu Wenxia dari Republik Rakyat Cina akan memahkotai penerusnya di akhir acara.